materi

Interkoneksi Bus, Direct Memory Access (DMA), dan I/O Bagian 2

Mekanisme Transfer Data I/O: Programmed I/O, Interrupt-Driven I/O, dan Direct Memory Access (DMA)

Materi lanjutan yang mengupas evolusi teknik pengiriman data masukan/keluaran, perbandingan overhead CPU pada masing-masing teknik, serta operasi Direct Memory Access (DMA) untuk transfer blok data masif.

1. Tiga Paradigma Teknik Transfer I/O

Metode I/OKeterlibatan CPUEfisiensi SiklusKarakteristik Operasi
Programmed I/OSangat Tinggi (100%)Sangat RendahCPU terjebak dalam polling loop memeriksa register status piranti secara terus-menerus hingga transfer data selesai.
Interrupt-Driven I/OSedangCukup BaikCPU mengirim perintah I/O lalu beralih mengerjakan tugas lain. Saat piranti siap, modul I/O mengirim sinyal interupsi (Interrupt Request / IRQ) untuk memicu eksekusi Interrupt Service Routine (ISR).
Direct Memory Access (DMA)Sangat RendahMaksimalPengontrol DMA (DMA Controller) mengambil alih bus sistem dan mentransfer seluruh blok data langsung antara modul I/O dan RAM tanpa melewati register CPU sama sekali.

2. Alur Kerja Kontroler DMA

  1. CPU mengonfigurasi modul DMA dengan mengirim:
    • Perintah transfer (Read atau Write).
    • Alamat awal blok data di memori utama.
    • Jumlah kata (word count) yang akan ditransfer.
    • Alamat identifikasi piranti I/O.
  2. DMA mengambil kendali bus (bus mastering) menggunakan siklus pencurian (cycle stealing).
  3. Data dialirkan langsung kata demi kata antara periferal dan RAM.
  4. Setelah seluruh blok selesai ditransfer, DMA mengirim satu sinyal interupsi penutupan (transfer complete) ke CPU.

3. Berkas Kuliah Lengkap

  • Dokumen slide perkuliahan: Pertemuan 3 IO_dan_Bus II.pdf.

Attachments