materi

Analisis Komparatif Algoritma Pengurutan Data (Sorting 1 & Sorting 2)

Analisis Komparatif Algoritma Pengurutan Data: Teori, Kompleksitas, dan Stabilitas

Kajian analitis mendalam mengenai algoritma pengurutan data internal (internal sorting), perbandingan kompleksitas waktu kasus terbaik, rata-rata, dan terburuk, serta konsep stabilitas (sorting stability).

1. Klasifikasi Algoritma Berdasarkan Pendekatan Paradigma

  1. Pendekatan Komparasi Sederhana (O(n2)O(n^2)):
    • Bubble Sort: Menukarkan pasangan elemen bertetangga yang tidak berurutan secara berulang hingga seluruh larik terurut.
    • Selection Sort: Mencari nilai minimum dari bagian larik yang belum terurut dan menukarnya dengan elemen pada posisi aktif.
    • Insertion Sort: Mengambil satu elemen pada setiap iterasi dan menyisipkannya pada posisi yang tepat di subarray terurut. Sangat efisien untuk data yang hampir terurut (adaptive).
  2. Pendekatan Divide and Conquer (O(nlogn)O(n \log n)):
    • Merge Sort: Membagi array menjadi dua sub-bagian secara rekursif, mengurutkan masing-masing sub-bagian, lalu menggabungkannya (merge) dengan jaminan stabilitas.
    • Quick Sort: Memilih elemen poros (pivot), mempartisi elemen ke dalam sub-array yang lebih kecil atau lebih besar dari pivot, lalu menyelesaikannya secara rekursif.

2. Kriteria Evaluasi: Waktu, Memori, dan Stabilitas

  • Stabilitas (Stability): Algoritma dikatakan stabil jika urutan relatif dari elemen-elemen yang memiliki kunci identik tidak berubah setelah pengurutan (contoh: Merge Sort stabil, sedangkan Quick Sort tidak stabil).
  • Memori Tambahan (In-Place): Algoritma in-place hanya membutuhkan memori tambahan O(1)O(1) di luar array masukan (contoh: Heap Sort, Quick Sort).

3. Berkas Terlampir

  • Slide materi dasar pengurutan: Sorting 1.pptx.
  • Slide materi pengurutan lanjutan: Sorting 2.pptx.

Attachments