materi
Materi 3: Sistem Inferensi Fuzzy (SIF): Komparasi Metode Tsukamoto, Mamdani, dan Sugeno
Sistem Inferensi Fuzzy (SIF): Komparasi Metode Tsukamoto, Mamdani, dan Sugeno
Modul ini mengkaji arsitektur mesin penalaran berbasis aturan fuzzy (Fuzzy Rule-Based Inference System), mekanisme penarikan kesimpulan (inferencing), dan algoritma defuzzifikasi untuk menghasilkan keluaran tegas (crisp output).
1. Struktur Komponen Sistem Inferensi Fuzzy
- Fuzzification: Pemetaan input crisp ke dalam derajat keanggotaan fuzzy.
- Rule Base & Knowledge Base: Kumpulan proposisi implikasi kondisional berbentuk:
- Inference Engine: Evaluasi derajat pembakaran aturan (firing strength ) dan agregasi output antar aturan.
- Defuzzification: Transformasi distribusi fuzzy keluaran agregat menjadi nilai numerik riil tunggal.
2. Tiga Metode Utama Sistem Inferensi Fuzzy
- Metode Mamdani (Max-Min / Max-Product):
- Menggunakan fungsi keanggotaan fuzzy pada bagian konsekuen (then-part).
- Defuzzifikasi menggunakan metode Centroid (Center of Gravity / COG):
- Metode Sugeno (Takagi-Sugeno-Kang):
- Bagian konsekuen berupa konstanta (order-0) atau persamaan linier dari variabel masukan (order-1): .
- Defuzzifikasi menggunakan rata-rata terbobot (weighted average), sangat efisien secara komputasi:
- Metode Tsukamoto:
- Setiap aturan memiliki konsekuen berupa himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan monotonik, menghasilkan nilai tegas individual per aturan yang kemudian digabungkan secara terbobot.
3. Berkas Perkuliahan
- Berkas presentasi:
3_Fuzzy_ITS.pptxmenyajikan perbandingan formula inferensi fuzzy. - Handout komprehensif:
3_Fuzzy_SIF.pdfyang menjabarkan simulasi kasus industri sistem kontrol suhu ruangan dan pompa air otomatis.