materi
Materi 3: Paradigma Edge dan Fog Computing serta Integrasi Platform Cloud IoT
Paradigma Edge dan Fog Computing serta Integrasi Platform Cloud IoT
Pembahasan mengenai evolusi komputasi awan terdistribusi menuju arsitektur komputasi kabut (Fog Computing) dan komputasi tepi (Edge Computing) guna mengatasi tantangan latensi tinggi, keterbatasan bandwidth saluran transmisi, dan kebutuhan komputasi real-time pada sistem IoT.
1. Hierarki Komputasi: Edge, Fog, dan Cloud
- Edge Node: Pemrosesan awal sinyal sensor langsung pada mikroprosesor perangkat (misalnya ESP32, Raspberry Pi) untuk penyaringan derau dan aksi aktuasi cepat (< 5 milidetik).
- Fog Layer: Gerbang komputasi lokal (local gateway node) yang mengagregasi data dari puluhan edge node, melakukan pra-analisis data, dan menerapkan caching sebelum meneruskan ringkasan ke cloud.
- Cloud Center: Pusat data terpusat skala masif (AWS IoT, Google Cloud IoT, Azure IoT Hub) yang menangani analitik deret waktu jangka panjang, pelatihan model machine learning, dan pelaporan global.
2. Metrik Komparasi Karakteristik Arsitektur
| Fitur Arsitektural | Cloud Computing | Fog / Edge Computing |
|---|---|---|
| Latensi Jaringan | Tinggi (ratusan milidetik via Internet) | Sangat rendah (orde milidetik jaringan lokal) |
| Kebutuhan Bandwidth | Sangat besar (semua raw data diunggah) | Efisien (hanya data agregat yang dikirim) |
| Ketergantungan Internet | Mutlak membutuhkan koneksi internet stabil | Mampu beroperasi otonom saat koneksi putus |
| Skalabilitas Penyimpanan | Nyaris tak terbatas | Terbatas pada kapasitas memori gateway |
3. Berkas Perkuliahan
- Berkas presentasi komputasi awan:
10. Cloud computing.pdfyang mengupas tuntas model layanan IaaS, PaaS, SaaS dalam konteks IoT. - Berkas presentasi komputasi kabut:
11. Fog computing and its applications.pdfyang menyajikan studi kasus implementasi fog node pada industri cerdas.